Latest Entries »

Selain menjaga keamanan negara, prajurit di Korea Selatan (Korsel) kini juga mendapat perintah baru: dilarang omong jorok atau berkata-kata vulgar. Untuk itu mereka diperintahkan menjalani kursus untuk berbicara dengan bahasa yang baik dan benar.

Perintah itu dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Korsel, Kim Tae-young. Pekan ini dia menginstruksikan para staf untuk mengadakan kursus pelatihan berbahasa bagi para prajurit.

Kim merasa prihatin bahwa para prajurit, terutama anak-anak muda yang tengah menjalani wajib militer, sering menggunakan kata-kata kotor atau tak enak didengar saat bercakap-cakap dengan sesama mereka.

“Mereka sudah bukan lagi remaja,” kata seorang pejabat Kementrian Pertahanan, yang dikutip harian The Korea Herald dan juga dipublikasikan oleh harian The Independent, Sabtu 7 Agustus 2010.

“Begitu mereka dibebastugaskan di awal usia 20-an, mereka tidak bisa terus-terusan seenaknya. Itulah mengapa kami ingin melatih mereka berbahasa yang baik,” lanjut pejabat yang tidak diungkapkan namanya itu.

Namun, tidak diungkapkan lebih lanjut berapa lama kursus itu bakal berlangsung dan metode seperti apa yang akan digunakan bagi para prajurit muda tersebut.

Di Korsel, semua laki-laki harus menjalani wajib militer selama 24 bulan. Program ini begitu penting bagi pemerintah Korsel mengingat mereka masih dalam status perang dengan negara tetangga, Korea Utara. Kedua Korea sempat berperang selama 1950 hingga 1953, namun hanya dihentikan oleh gencatan senjata yang disponsori PBB, bukan melalui perjanjian damai.

Speaking Of My Heart..

Mungkin dari sekian banyaknya contoh yang telah kita tahu dan pahami,itu semua merupakan hal yang perlu kita jadikan acuan untuk kedepannya.Diri ini pun hanya dapat merenungi dan membayangkannya tanpa adanya tindakan?lelah pikiran ini untuk dapat memulainya kembali seperti sedia kala…

kawan mungkin saja kau tak dapat merasakan apa yang aku rasa dan mumgkin saja kau tak tahu bahwa selama ini aku  membutuhkan itu.diam dan keheningan hanya dapat ku rasa di saat sendiri..

jujur,aku ingin melakukan semua itu untuk Ibu ku tercinta yang telah membuat aku menjadi seperti sekarang ini.aku pun tak lupa terhadap kawan-kawan yang telah membantu ku selama ini….

aku harap siapa pun yang telah melihat tulisan ini,dapat mengerti apa yang ku rasakan saat ini,…

Rumah bagi 1/6 populasi dunia, namun hanya menyumbang 1/40 dari produk domestik bruto (GDP) tingkat global. Afrika jelas merupakan korban yang paling mencolok dari resesi global.

Selama 50 tahun terakhir ekonomi di Afrika hanya tumbuh 5 persen. Namun, tingkat pertumbuhan tahun ini diperkirakan malah berkurang setengahnya. Sejumlah negara seperti Angola mengalami gejolak. Di tempat-tempat lain, krisis ini telah menggerus keuntungan yang dicapai dari reformasi ekonomi selama bertahun-tahun. Banyak orang di Afrika kini kembali kepada jurang kemiskinan.

Para ekonom pembangunan kini tampak putus asa; Afrika seakan sudah sia-sia bekerja keras untuk menciptakan keajaiban. Jelang dekolonisasi pada 1960, pertumbuhan GDP per kapita di Afrika Sub-Sahara hampir tiga kali lipat lebih besar dari Asia Tenggara. Selain itu banyak orang Afrika diperkirakan bisa hidup lebih lama dua tahun dari tingkat rata-rata.

Namun, 50 tahun sejak dekolonisasi, tingkat GDP riil per kapita di Afrika hanya tumbuh 38 persen dan mereka hidup sembilan tahun lebih lama. Sebaliknya, di Asia Tenggara, tingkat GDP per kapita meningkat 1000 persen dan orang-orang di sana hidup 32 tahun lebih lama.

Awalnya, solusi bagi Afrika sebenarnya sangat jelas. Afrika butuh modal, namun kurang tabungan. Lalu, uang harus disediakan dari pihak luar, yaitu institusi keuangan seperti Bank Dunia. Menerapkan suku bunga komersil dari orang-orang kelaparan sama halnya dengan riba, sehingga menawarkan pinjaman sama rutinnya dengan mendatangkan hibah.

Melempar uang ke orang miskin seolah menjadi obat mujarab. Program itu gampang dijual dan menyentuh emosi kemanusiaan. Selain itu juga meringankan perasaan bersalah sebagai penjajah di masa lalu, sama dengan tingkah orang tua yang memberi anak-anak hadiah mahal agar penelantaran mereka bisa dimaafkan.

Namun perilaku demikian tidak berjalan baik. Sebagian besar bantuan telah dicuri atau terkucur sia-sia. Di Kongo, misalnya. Kendati mengalami peningkatan delapan kali lipat jumlah bantuan per kepala selama 1960 hingga 2007, tingkat GDP per kapita di Kongo di periode yang sama malah turun 2/3.

“Trade not Aid” (berdagang, bukan bantuan) telah menjadi dogma baru. Dipopulerkan oleh ekonom Peter Bauer pada dekade 1980-an, dogma itu menjadi resep bagi Washington Consensus.

Afrika juga telah menjadi kata yang nge-tren diucapkan, terutama bila menyangkut deregulasi ekonomi dan ambisi pertumbuhan berbasis ekspor seperti keajaiban ekonomi di Asia Timur.

Para konsultan dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) meminta para pemerintah Afrika untuk tidak lagi mensubsidi “andalan-andalan nasional” dan meminta mereka mencabut hambatan-hambatan perdagangan. Penyediaan bantuan, yang nilainya makin berkurang, hanya dapat diberikan bila pemerintah melucuti sektor publik.

Pada tahun 1996, hanya 1 persen dari populasi di Afrika Sub-Sahara yang berprofesi sebagai pegawai negeri, bandingkan dengan 3 persen di sesama negara-negara dari kawasan lain dan 7 persen di kelompok negara anggota industri maju. Kendati peran pemerintah berkurang, Afrika belum juga berhasil melompat ke zona kemakmuran.

Para ekonom terus berdalih bahwa masalah di Afrika adalah kurangnya pemerintahan yang efektif. Banyak negara berstatus “gagal” dimana pemerintah tidak bisa lagi menciptakan kondisi keamanan dan kesehatan yang minimum.

Kendati hanya menyumbang 15% dari jumlah populasi dunia, Afrika Sub-Sahara menjadi kuburan bagi 88 persen kematian yang terkait dengan konflik di penjuru dunia. 65 persen dari total korban AIDS berada di kawasan ini. Namun, para ekonom yang selalu mendasari pendapat mereka dengan hitungan statistik kini malah melontarkan rumus baru: kemakmuran tergantung kepada pemerintahan yang baik.

Lalu, seperti apa sih pemerintahan yang baik itu? Memulihkan atau menegakkan konsep itu tampak membicarakan kembali kolonialisme.

Kendati dilanda berbagai kegagalan dan kecaman, kolonialisme memberi prasyarat yang esensial bagi pembangunan ekonomi, yaitu perdamaian dan keamanan. Wacana pembangunan saat ini rata-rata membicarakan bagaimana prasyarat bagi pengurangan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi dapat tercipta tanpa kolonialisme.

Ekonom dari Universitas Oxford, Paul Collier, menilai bahwa banyak negara Afrika telah jatuh ke dalam suatu atau beberapa jerat pembangunan yang sangat sulit untuk keluar. Selain itu, begitu suatu negara masuk dalam suatu jerat, maka mudah sekali negara itu terjerumus ke jerat berikut.

Menjadi miskin membuat orang rentan terlibat konflik dan terlibat suatu konflik bisa menyebabkan jatuh miskin. Jadi apa harapan bagi suatu negara miskin yang hancur akibat perang saudara?

Mengutip seorang diplomat Inggris di Sierra Leone, Collier menyatakan bahwa intervensi militer, bila dimungkinkan, bisa menciptakan perdamaian. Dia pun mendukung keterlibatan internasional untuk menegakkan perdamaian pasca konflik. Namun bantuan internasional harus dibatasi dengan mendukung terciptanya pondasi pemerintahan yang baik secara sukarela.

Situasi akan lebih baik bila dibentuk kerangka kerja bagaimana pemerintah harus membuat anggaran belanja publik secara transparan atau bagaimana perusahaan-perusahaan asing yang selama ini mengambil kekayaan alam harus melaporkan laba mereka. Kondisi demikian akan menjadi patokan yang lebih mudah bagi para aktivis politik lokal sekaligus memberikan sumber legitimasi bagi pemerintah.

Konsep yang diajukan Kimberly Process bisa menjadi proyek pelopor. Perusahaan-perusahaan permata secara sukarela tidak bersedia membeli bahan baku dari wilayah-wilayah yang terlibat konflik. Sikap ini dilakukan untuk mencegah pendanaan bagi para pemimpin milisi yang berperang.

Taktik ini juga baik bagi bisnis. Para konsumen Barat pun akan terdidik untuk tidak membeli perhiasan yang berlumuran darah (berasal dari wilayah konflik).

Perlu 50 tahun bagi Eropa untuk menciptakan integrasi regional. Namun integrasi itu telah menciptakan keuntungan politik dan ekonomi bagi penduduk Eropa. Maka, integrasi regional juga bisa menguntungkan Afrika dengan mengacu pada kerangka kerja yang tepat bagi kondisi di sana.

Ini merupakan proyek yang layak didukung. Proyek-proyek lain mencakup memformalkan ekonomi informal yang besar di negara-negara seperti Ghana. Biasanya, proyek-proyek ini membutuhkan keahlian internasional dengan mandat dari otoritas lokal.

Proposal-proposal itu bisa menjadi terobosan untuk mengatasi masalah pembangunan di Afrika. Namun, seperti halnya saat menapak jalan setiap 14 kilometer antara Lagos dan Abijan (dua kota besar di Afrika Barat), kemajuan akan berjalan lambat.

Dengan membanjirnya pengungsi, kian nekatnya aksi para perompak, dan kelihaian teroris dalam mencari tempat perlindungan, masalah Afrika adalah masalah bersama. Seluruh dunia tidak bisa terus-menerus menanggung kemiskinan Afrika.

Kebocoran kilang minyak di Teluk Meksiko, Florida, Amerika Serikat (AS) membuat sejumlah ilmuwan cemas. Mereka khawatir tumpahan minyak itu akan mengancam keberadaan makhluk-makhluk laut.

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, ahli hewan dan tumbuhan Jack Rudloe meluncurkan proyek penyelamatan biota laut bertajuk ‘Operasi Bahtera Nabi Nuh’.

Ia memanfaatkan fasilitas laboratorium seluas 1,6 hektar miliknya untuk dijadikan cagar alam bagi lebih dari 350 spesimen berbeda, mulai dari udang, bintang laut, hingga hiu.

“Kita harus membawa sebanyak mungkin hewan ke sana (laboratorium) dan bila kondisi memungkinkan, kita bisa kembalikan beberapa dari mereka ke laut,” kata Rudloe yang ketertarikannya terhadap Teluk Meksiko dan penduduknya sudah muncul sejak 40 tahun lalu.

Meski kilang minyak yang bocor telah ditutup sejak pertengahan Juli lalu dan hanya sedikit tumpahan minyak terlihat di Teluk Meksiko, Rudloe masih berkomitmen melakukan proyek ini. “Saya tidak percaya tumpahan minyak akan lenyap seluruhnya,” kata Rudloe. “Tumpahan minyak itu masih di situ dan bisa saja satu atau dua tetes terkumpul dan sampai ke tempat ini saat badai.”

Laboratorium Dickerson Bay milik Rudloe berjarak sekitar 32 kilometer dari area paling timur di mana minyak dilaporkan telah mencemari kawasan Panhandl di Florida. Namun, dia cemas kalau-kalau minyak bisa mencemari 50 tank di laboratoriumnya karena air asin di dalamnya disalurkan melalui pipa sepanjang 800 kaki dari Teluk Meksiko.

Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya US$1,2 juta. Dana sebesar itu tidak bisa dipenuhi Rudloe seorang diri. Apalagi istrinya, pakar biologi laut Anne Rudloe sedang sakit parah.

Laboratorium Rudloe sendiri merupakan laboratorium nirlaba berlisensi yang mampu menarik sekitar 18 ribu pengunjung per tahun. Sumber dana fasilitas tersebut berasal dari biaya masuk, keanggotaan, dan donasi.

Banjir terburuk dalam sejarah Pakistan menyengsarakan lebih dari tiga juta orang. Data badan PBB untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anak (UNICEF) menunjukkan, korban tewas bertambah menjadi lebih dari 1.500 orang.

Martin Mogwanja, perwakilan UNICEF di Pakistan, Selasa, 3 Agustus 2010, mengatakan bahwa jumlah orang yang terkena dampak banjir terus bertambah karena banjir menyebar hingga ke selatan Pakistan.

“Kapasitas air ini bergerak ke bawah hingga ke provinsi Punjab dan Baluchistan, dan juga sampai provinsi Sindh, di mana tanggul sudah hancur, dan air bergerak ke daerah yang lebih rendah,” kata Mogwanja, seperti dikutip dari laman Al Jazeera.

Sementara badan PBB untuk kesehatan (WHO) menyatakan segera mengirim obat-obatan ke daerah-daerah yang berpotensi menimbulkan diare. Dengan infrastruktur yang buruk dan sumber air minum terkontaminasi, muncul ketakutan akan terjadi penyebaran penyakit dalam waktu dekat.

Hari ini, badan kemanusiaan dan pemerintah Pakistan akan bertemu untuk menentukan apakah permintaan bantuan internasional diperlukan. Otoritas Manajemen Bencana Nasional Pakistan mengatakan, lebih dari 29.500 rumah rusak dan jalur perdagangan penting ke China tertutup banjir.

“Infrastruktur yang kami bangun dalam 50 tahun terakhir telah hancur,” kata juru bicara otoritas manajemen bencana di Khyber-Pakhtunkhwa. Musim hujan yang diprediksi masih akan berlanjut membuat otoritas memperkirakan korban jiwa akan bertambah.

Prajurit Libanon dan Israel  terlibat baku tembak di sepanjang perbatasan kedua negara, Selasa, 3 Agustus 2010. Seorang prajurit Libanon dan seorang warga sipil mengalami luka.

“Israel menembakkan empat roket yang jatuh di dekat posisi militer di desa Odaisi, lalu kami membalas serangan,” kata seorang staf militer Libanon seperti dikutip dari laman Al Jazeera.

Baku tembak terjadi karena prajurit-prajurit Israel dikabarkan berupaya menumbangkan pepohonan di perbatasan yang masuk dalam wilayah Libanon. “Militer Israel mendekati perbatasan untuk mencoba menumbangkan sejumlah pohon di dekat desa Odaisi dan Kuferkilla, lalu terjadilah baku tembak itu,” kata koresponden Al Jazeera di Libanon.

Sedangkan menurut Israel, sejumlah prajurit mereka diserang oleh prajurit Libanon saat sedang bekerja di garis depan. Pasukan Israel lalu membalas tembakan itu.

Sedangkan koresponden Al Jazeera di Yerusalem mengatakan bahwa insiden baku tembak ini terjadi karena kesalahpahaman. “Prajurit Israel dianggap memasuki teritori Libanon, yang kemudian berujung baku tembak,” katanya. Situasi di perbatasan Libanon-Israel dikabarkan sudah kembali tenang.

Persaingan Hi-ty

Bytemobile, perusahaan solusi dan strategi mobile internet, merilis laporan bulana untuk Juli 2010. Hasilnya, terjadi peningkatan terhadap konsumsi mobile video, khususnya di malam hari.

Menurut laporan yang disusun, dari 10 situs video mobile, empat situs merupakan situs terkait konten dewasa. Secara total, keempat situs video porno tersebut menguasai 15 persen dari seluruh trafik video di jaringan nirkabel.

Seperti dikutip dari AVN, 2 Agustus 2010, YouTube terus menjadi sumber utama konsumsi video mobile. Sebanyak 36 persen trafik datang dari situs tersebut. Di posisi kedua, Googlevideo.com ada di peringkat kedua dengan 7 persen.

Dua situs porno ada di peringkat berikutnya dengan 6 persen dan 5 persen trafik. Berikutnya berturut-turut adalah Megavideo.com, Myvideo.de, Archiv.to, Phobos.apple.com, dan dua situs video porno yang lain.

Penggunaan video juga merupakan faktor utama kurangnya ketersediaan bandwidth dan masalah kepadatan jaringan. Sebagian besar konsumsi video tersebut berlangsung pada pukul 10 malam di seluruh zona waktu. Di kisaran waktu tersebut, sejumlah jaringan melaporkan adanya kepadatan.

Peneliti menemukan bahwa pengguna mobile lebih memilih video dengan kualitas lebih rendah untuk menghindari video yang terputus-putus meskipun telah memanfaatkan jaringan tercepat. Waktu paling sepi dari jaringan sendiri adalah sekitar pukul 5:30 pagi.
Sekitar 95 persen penonton video mobile menyaksikan video dengan resolusi antara 176×144 dan 640×480 piksel.

Prosesi..

Para ilmuwan berhasil menjawab  salah satu tebak-tebakan tertua di dunia, mana yang lebih dulu, ayam, atau telur?

Melalui komputer super, tim dari Universitas Sheffield dan Warwick, Inggris  menemukan jawabannya. Apakah itu? Ayam.

Kepada laman Harian The Sun, ketua tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka berhasil memecahkan teka-teki tersebut.

“Apa yang kami temukan adalah ‘kecelakaan’ yang menyenangkan. Awalnya, tujuan penelitian kami adalah menemukan bagaimana binatang membuat cangkang telur.”

Menurutnya,  selama ini, masyarakat telah menganggap remeh ayam. Kami tidak menyadari proses luar biasa yang ditunjukan para ayam dalam proses pembuatan telur.

“Sadarkah Anda, ketika memecahkan kulit telur rebus di pagi hari, Anda sedang menyaksikan salah satu material luar biasa di dunia.”

Cangkang telur memiliki kekuatan sangat luar biasa, meski beratnya sangat ringan. Manusia tak bisa membuat benda seperti itu, bahkan yang mendekatinya.

“Masalahnya, kita tak tahu bagaimana ayam membuat cangkangnya.”

Tim peneliti lalu menggunakan komputer super milik Dewan Riset Sains Inggris (UK Science Research Council) yang berbasis di Edinburgh. Komputer itu dinamakan HECToR (High End Computing Terascale Resource).

“Kami ingin menelusuri bagaimana telur terbentuk, dengan melihat proses detail telur secara mikroskopis.”

Yang pertama dicari adalah, mengetahui ‘resep’ yang digunakan ayam untuk membuat cangkang telur.

“Dengan bantuan komputer canggih, Kami memecahkan masalah ini selama berminggu-minggu. Sementara, ayam bisa menyusun cangkang itu hanya dalam semalam.”

Lucunya, pemilihan cangkang telur ayam sebagai fokus penelitian benar-benar tak disengaja. Para peneliti memilih telur ayam karena proteinnya sederhana untuk ditelaah.

Namun hasilnya ternyata sangat mengejutkan. “Kami memecahkan teka-teki sepanjang masa. Ini mengagumkan.”

Hasilnya, ditemukan protein khusus yang ada di tubuh ayam. Protein itu adalah adalah ‘tukang bangunan’ tanpa lelah, menyusun bagian-bagian cangkang mikroskopis membentuk cangkang telur.

Protein itu menginisiasi proses pembentukan cangkang sebelum menyusun bagian telur yang lain.

Tanpa protein pembangun tersebut, telur tak mungkin terbentuk. Dan, protein itu hanya ditemukan di rahim ayam. “Itu berati ayam ada duluan sebelum telur.”

Tapi, dari mana ayam berasal?

Beberapa teori mengatakan, nenek moyang ayam menciptakan telur zaman Dinosaurus.

“Penemuan kami sangat potensial. Sebab, cangkang telur dibentuk dari banyak kristal kecil. Kita bisa menggunakan informasi ini untuk mengetahui cara membuat dan menghancurkan struktur kristal lainnya.”

Sebagai contoh, untuk menghilangkan kerak di ceret maupun pipa.  Penelitian ini juga berimplikasi medis.

“Karena tubuh kita menggunakan metode yang sama untuk membuat gigi dan tulang, kita  bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membangun kembali tulang manusia.”

Sebuah studi terbaru mengatakan,  gen yang bertanggung jawab memproduksi sperma — yang fungsinya sangat vital — ternyata mampu bertahan dalam proses evolusi selama 600 juta tahun.

Gen yang disebut Boule itu tak berubah dan saat ini ditemukan hampir di semua binatang.

“Temuan kami menunjukkan bahwa manusia, sekompleks apapun kita, melewati fase evolusi sama dengan binatang yang sederhana, lalat misalnya — masih punya fundamental elemen yang sama,” kata Eugene Xu, asisten profesor obstetri dan ginekologi  Northwestern University Feinberg School of Medicine, seperti dimuat laman LiveScience.

Sebelum Boule terungkap, ilmuwan belum mengetahui bahwa sperma yang dihasilkan berbagai jenis makhluk  berasal dari prototipe yang sama.

Dalam beberapa skenario evolusi, diyakini bahwa berkembang makhluk terjadi secara independen, tak ada yang serupa. Misalnya, burung dan serangga, keduanya sama-sama bisa terbang, tapi sayap yang dimiliki dua makhluk itu sama sekali berbeda.

Dalam penelitian ini, Xu meneliti dan akhirnya menemukan keberadaan gen Boule dalam sperma di jalur evolusi yang berbeda. Gen Boule ada pada manusia, mamalia, ikan, serangga, cacing dan invertebrata laut.

Pencarian Boule membutuhkan proses panjang dengan penelitian sperma  landak laut, ayam jantan, lalat buah, manusia, dan ikan.

Kata Xu, ini sebuat temuan yang tak terduga. Apalagi, biasanya gen seksual tertentu, termasuk yang berperan dari produksi sperma — biasanya berubah di bawah ‘tekanan’ proses evolusi.

“Ini benar-benar mengejutkan karena diketahui produksi sperma sangat ditentukan seleksi alam,” kata Xu.

Namun, Boule istimewa. “Ini adalah satu unsur seks khusus yang tidak berubah di seluruh spesies. Mestinya ini gen yang punya peran sangat penting, sebab dia tidak dapat berubah. ”

Penemuan gen sperma ini tak hanya menguak kesamaan fundamental antara mahluk hidup. Tapi juga akan bermanfaat bagi manusia.

Salah satunya, dalam pembuatan kontrasepsi untuk pria. Saat peneliti mengeluarkan gen Boule dari tubuh tikus, binatang itu tetap sehat tetapi ia tidak mampu menghasilkan sperma.

“Ini ideal untuk pengembangan obat kontrasepsi pria,” kata Xu.

Boule juga memiliki potensi untuk mengurangi penyakit yang disebabkan oleh nyamuk dan parasit.

“Karena kami sudah tahu bagaimana mengendalikan pembiakan nyamuk dan parasit.”

Dijelaskan Xu, dengan merekayasa atau menghambat fungsi gen Boule pada  parasit dan kuman, akan menghentikan perkembangbiakannya.

“Ini bisa jadi terobosan masa depan, bagaimana kita membuat pestisida atau obat yang ampuh melawan parasit menular atau pembawa kuman. “

Wartawan Harian Bintang Papua, Lala, yang diteror orang tak dikenal, batal dievakuasi dari Merauke ke Jayapura. Pembatalan terjadi karena kursi (seat) penerbangan penuh. Aparat kepolisian pun memperketat pengamanan terhadap Lala.

Pemimpin Redaksi Harian Bintang Papua, Amri menuturkan, penerbangan dari Merauke menuju Jayapura hanya dengan Merpati. Karena kursi sudah penuh, akibatnya Lala belum bisa diterbangkan. “Untuk sementara, wartawan kami, Lala, belum bisa dievakuasi. Tapi polisi memberikan jaminan dengan memperketat pengamanan terhadap Lala,” kata dia di Jayapura, Minggu 1 Agustus 2010.

Mengutip pernyataan Kapolres Merauke, Amri mengatakan, aksi teror itu diduga dilakukan oleh kelompok tertentu, yang berupaya menciptakan Merauke seolah-olah tidak aman. Tujuannya, menunda pelaksanaan Pilkada.

“Saya kira ini kerjaan orang iseng, membuat kesan Merauke tidak aman, dan menjadi alasan pembenaran, Pilkada ditunda,” ujar Amri menirukan pernyataan Kapolres Merauke.

Wartawan Lala diteror oleh orang tak dikenal selama sepekan terakhir. Puncaknya, Sabtu 31 Juli 2010, dia dikirimi surat yang amplopnya bercap darah dan kertas isinya berlumuran darah.

Teror bukan hanya diterima Lala, tapi juga para jurnalis lainnya di Merauke. Bahkan salah seorang jurnalis dari TV Merauke sempat hilang sebelum kemudian ditemukan tewas di Sungai Gudang Arang, Merauke.

Menurut keterangan pihak rumah sakit Merauke, ditubuh korban ada tanda-tanda memar.