Category: Uncategorized


Aneh tapi nyata, pohon kurma yang tingginya 2,5 meter, ditanam pada tahun 2004 di halaman Masjid Baitul Akhiroh Jalan Nginden II Surabaya ini diketahui berbuah di malam ganjil bulan Ramadan tahun 2011.

Muncul tanda tanya, apakah tempat tumbuhnya pohon kurma yang berada di bekas tempat tirakatan almarhum KH Mas Abdul Muhit tersebut juga berpengaruh?

“Saya mengetahui itu saat bersih-bersih rumput yang mulai tinggi. Terlihat satu tangkai berbuah sebesar kelereng jumlahnya sekitar 125 biji dan rasanya manis, kalau dikunyah seperti ada tepungnya,” kata Ustadz Sanan Hazilin, saat ditemui VIVAnews.com.

Ustad Sanan menceritakan, masjid tempat tumbuh pohon khas Timur Tengah itu dibangun di jaman almarhum KH Mas Abdul Muhit tepatnya tahun 1712. Yang membuat ia heran, biasanya pohon kurma bisa berbuah setelah dilakukan perkawinan silang. “Pohon ini kan berdiri sendiri, jadi bagaimana kawin silangnya,” tukasnya dengan nada heran.

Sekitar pohon yang berumur 7 tahun itu juga tumbuh pohon pinang. Uniknya, saat pinang berbunga ternyata juga diikuti munculnya bunga di pohon kurma. “Allahua’alam ini benar atau tidak, munculnya buah kurma karena pengaruh berbuahnya pohon pinang,” lanjutnya.

Ia memastikan buah kurma akan masak tiga bulan lagi. Karena telah berbuah dan masak beberapa kali. Kejadian itu terus ramai dibicakan orang. Ditanya siapa yang menanam pohon kurma itu? H Son Haji mengaku tidak ada yang menanam alias tumbuh sendiri.

Namun, dijelaskan, semasa hidup KH Mas Abdul Muhid yang tokoh Masyumi seangkatan dengan M Nasir itu gemar sekali makan kurma. “Mungkin biji kurma yang dibuang sembarangan di kebun ini yang kemudian tumbuh dan sampai sekarang ini,” tegasnya.

Ada catatan, KH Mas Abdul Muhit murid Sunan Ampel ini wafat di tahun 2002 di usia 102 tahun. Makamnya berjarak sekitar 100 meter dari bangunan masjid. Dalam silsilahnya, kiai itu adalah generasi ke-5 dari Mbah Astro Rembulan yang konon merupakan keturunan (cucu) dari Sunan Kalijaga.

Advertisements

Speaking Of My Heart..

Mungkin dari sekian banyaknya contoh yang telah kita tahu dan pahami,itu semua merupakan hal yang perlu kita jadikan acuan untuk kedepannya.Diri ini pun hanya dapat merenungi dan membayangkannya tanpa adanya tindakan?lelah pikiran ini untuk dapat memulainya kembali seperti sedia kala…

kawan mungkin saja kau tak dapat merasakan apa yang aku rasa dan mumgkin saja kau tak tahu bahwa selama ini aku  membutuhkan itu.diam dan keheningan hanya dapat ku rasa di saat sendiri..

jujur,aku ingin melakukan semua itu untuk Ibu ku tercinta yang telah membuat aku menjadi seperti sekarang ini.aku pun tak lupa terhadap kawan-kawan yang telah membantu ku selama ini….

aku harap siapa pun yang telah melihat tulisan ini,dapat mengerti apa yang ku rasakan saat ini,…

Aksi Teror Pada Wartawan

Wartawan Harian Bintang Papua, Lala, yang diteror orang tak dikenal, batal dievakuasi dari Merauke ke Jayapura. Pembatalan terjadi karena kursi (seat) penerbangan penuh. Aparat kepolisian pun memperketat pengamanan terhadap Lala.

Pemimpin Redaksi Harian Bintang Papua, Amri menuturkan, penerbangan dari Merauke menuju Jayapura hanya dengan Merpati. Karena kursi sudah penuh, akibatnya Lala belum bisa diterbangkan. “Untuk sementara, wartawan kami, Lala, belum bisa dievakuasi. Tapi polisi memberikan jaminan dengan memperketat pengamanan terhadap Lala,” kata dia di Jayapura, Minggu 1 Agustus 2010.

Mengutip pernyataan Kapolres Merauke, Amri mengatakan, aksi teror itu diduga dilakukan oleh kelompok tertentu, yang berupaya menciptakan Merauke seolah-olah tidak aman. Tujuannya, menunda pelaksanaan Pilkada.

“Saya kira ini kerjaan orang iseng, membuat kesan Merauke tidak aman, dan menjadi alasan pembenaran, Pilkada ditunda,” ujar Amri menirukan pernyataan Kapolres Merauke.

Wartawan Lala diteror oleh orang tak dikenal selama sepekan terakhir. Puncaknya, Sabtu 31 Juli 2010, dia dikirimi surat yang amplopnya bercap darah dan kertas isinya berlumuran darah.

Teror bukan hanya diterima Lala, tapi juga para jurnalis lainnya di Merauke. Bahkan salah seorang jurnalis dari TV Merauke sempat hilang sebelum kemudian ditemukan tewas di Sungai Gudang Arang, Merauke.

Menurut keterangan pihak rumah sakit Merauke, ditubuh korban ada tanda-tanda memar.

Hipotesa bahwa Planet Mars bisa jadi tempat tinggal manusia, makin mendekati kebenaran.

Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) menyatakan kondisi planet merah itu cocok untuk mendukung kehidupan — terutama fakta bahwa Mars memiliki kandungan air.

Mineral silikat terhidrasi ditemukan oleh dua satelit, Mars Express milik ESA dan Mars Reconnaissance milik badan antariksa AS, NASA yang mengorbit di dataran rendah sebelah utara Mars.

Ditemukan indikasi, bahwa air pernah mengalir di sana. Menurut peneliti utama Mars dari Universitas Paris, Jean-Pierre Bibring, permukaan Mars dialiri air sekitar empat miliar tahun lalu dan hanya berlangsung beberapa ratus tahun.

“Penelitian menunjukkan pernah ada air di Mars, tapi bukan dalam bentuk laut besar,” kata Bibring, seperti dimuat laman News.com.au.

Bukti menunjukkan, kerak Mars, tambah dia, terhidrasi dengan cara yang sama, baik di utara dan selatan.

Temuan terbaru ini bertentangan dengan hasil penelitian tim Amerika yang diterbitkan 13 Juni lalu di Jurnal Nature Geoscience yang mengatakan, samudera meliputi sepertiga permukaan Mars, sekitar 3,5 miliar tahun lalu.

“Saat itu, Mars sudah kehilangan atmosfernya. Oleh karenanya, air tidak lagi stabil dalam keadaan cair di permukaan,” kata Bibring.

“Aliran air yang besar masih dapat mengalir, namun, kurangnya air di permukaan berarti tidak ada potensi pembentukan permukaan laut.”

Ditambahkan Bibring, tekanan dan temperatur saat itu tidak memberi peluang air dalam kondisi stabil — keadaan cair– di permukaan.  “Sebagian air menguap, sementara lainnya masuk ke dalam tanah.”

Air, kata Bibring bisa tetap di permukaan selama beberapa hari, atau minggu. Tapi tidak jutaan tahun kemudian.

Seperti dimuat laman Space.com, para peneliti menemukan air mengalir di permukaan Mars beberapa ratus juta tahun yang lalu — saat cahaya matahari mencairkan lapisan es di sana.

Bukti soal itu berada di belasan saluran lelehan gletser di Mars — para ilmuwan mengaku terkejut, karena keberadaan air di Mars bisa dibilang ‘baru saja’ daripada yang diperkirakan sebelumnya.

“Kami berpikir Mars adalah planet yang dingin dan benar-benar kering. Fakta ini akan mengubah cara kita melihat Mars,” kata ahli geologi planet Universitas Brown, Caleb Fassett

Kepala Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Charles Bolden mengaku mendapat tugas baru dari Presiden Barack Obama. Bukan menemukan kehidupan di planet lain atau mencari lokasi potensial untuk koloni Bumi.

Tugas baru itu di luar ‘orbit’ NASA, yakni  mendekati dunia Islam– meningkatkan hubungan antara NASA dengan kaum muslim dunia.

Kata Bolden, interaksi lebih baik dengan dunia muslim akan meningkatkan secara drastis penjelajahan angkasa.

“Ketika dipilih menjadi pimpinan NASA, atau bahkan sebelum itu, dia [Obama] mengamanatkan tiga hal pada saya,” kata Bolden kepada Al Jazeera, seperti dimuat laman Fox News.

Pertama, adalah terus memberi inspirasi pada anak-anak mencintai sains dan matematika. Kedua, lanjut Bolden, dia diberi tugas untuk meningkatkan hubungan dengan dunia internasional.

“Yang ketika, dan mungkin yang terpenting adalah, Obama meminta saya untuk menjangkau dunia Muslim. Juga terlibat secara dominan untuk memjembatani kontribusi Islam pada ilmu pengetahuan …juga matematika, dan teknik,” kata dia.

Menurut Bolden, penjelajahan langit — untuk menguak rahasia alam semesta sekaligus menyelamatkan kehidupan Bumi hanya dimungkinkan dengan kolaborasi internasional, termasuk negara-negara Islam.

“Banyak yang bisa diperoleh dengan kontribusi dari negara muslim,” kata dia. Bolden mencontohkan kontribusi China dan Rusia yang bekerja sama di stasiun luar angkasa internasional.

Target NASA untuk sesegera mungkin mendarat di Planet Mars dan mengeksplorasi asteroid yang berpotensi mengancam keselamatan Bumi, kata dia, tak mungkin dilakukan jika Amerika Serikat hanya sendirian. Sebelumnya, Presiden Obama punya cita-cita, pada 2025, AS akan memiliki pesawat luar angkasa baru yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh.

“Kita akan memulai dengan mengirim astronot ke asteroid untuk kali pertamanya dalam sejarah,” kata Obama di pangkalan pesawat luar angkasa, Kennedy Space Center — di mana manusia pertama ke Bulan diberangkatkan, seperti dimuat laman Daily News, Jumat 16 April 2010.

Pada pertengahan tahun 2030-an, giliran mengirim manusia ke orbit Mars dan mengembalikan mereka dengan selamat ke Bumi.

“Selanjutnya, kita akan mengirim manusia pertama yang akan menginjakkan kaki di Mars. Saya harap ada di sana untuk menyaksikannya,” kata Obama, optimistis

Suatu teleskop luar angkasa berhasil memotret sekumpulan bintang yang berada di galaksi lain. Salah satunya adalah sebuah bintang muda yang diyakini berukuran 20 kali lebih besar dari matahari.

Demikian ungkap ilmuwan yang bekerja sama dengan peneliti dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Peneliti NASA, Stefan Kraus dan astronom dari Universitas Michigan, Ann Arbor, mengungkapkan bahwa penemuan itu dalam rangka meneliti bagaimana bintang-bintang besar lahir di jagat lain.

Seperti dikutip di laman resmi NASA, Rabu 14 Juli 2010, Kraus mengungkapkan bahwa Teleskop Luar Angkasa milik NASA, Spitzer, berhasil merekam gambar suatu bintang yang dinamakan IRAS 13481-6124. Gambar dari Teleskop Spitzer itu juga didukung oleh pantauan dari stasiun teleskop di Chile.

Bintang itu berlokasi di konstelasi Centaurus, yang berjarak 10.000 tahun cahaya. Massa IRAS 20 kali lebih besar dari matahari. “Ini merupakan kali pertama benda seperti itu bisa terpantau,” kata Kraus.

Melalui pencitraan Spitzer, para peneliti juga menyaksikan bahwa bintang itu dikelilingi oleh kumpulan gas dan debu sehingga menyerupai cakram. Fenomena seperti juga terjadi pada bintang-bintang yang lain. “Cakram itu sangat mirip dengan apa yang telah kami lihat pada bintang-bintang muda, yang bentuknya lebih kecil, namun tetap saja besar,” kata Kraus.

Menurut dia, gambar dari Spitzer kali ini menghasilkan citra yang lebih jelas dari yang pernah diperlihatkan sehingga membantu para ilmuwan untuk memahami lebih baik akan lahirnya bintang di jagat lain.

Pada Rabu 7 Juli 2010 pukul 20.40 waktu setempat, Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China tiba-tiba ditutup. Alasannya, ada penampakan benda langit misterius, UFO (unidentified flying object).

Petugas bandara segera membatalkan sejumlah jadwal penerbangan dan mengalihkan pesawat yang menuju Xiaoshan, ke bandara Ningbo di Provinsi Zhejiang dan Wuxi di Provinsi Jiangsu. Dilaporkan 18 penerbangan terganggu.

Namun, hingga Jumat 16 Juli 2010 pemerintah China masih merahasiakan apa sebenarnya penampakan UFO tersebut — meski sebelumnya beredar informasi pihak berwenang akan memberikan keterangan Jumat (16/7).

Penampakan obyek terang seperti komet di atas Bandara Xiaoshan menjadi perbincangan panas di internet. Orang-orang mencoba menjelaskan fenomena aneh itu, dengan versi masing-masing.  Spekulasi yang beredar di dunia maya menyebutkan, benda diduga UFO itu adalah pesawat pembom Amerika Serikat, satelit Rusia, atau misil yang baru diuji coba China.

Seorang warga, Ma Shijun berhasil mengabadikan benda misterius itu saat dia mendongak ke langit sekitar pukul 20.30 waktu setempat.

“Aku merasa seberkas cahaya melayang di atas kepalaku. Saat mendongak, aku melihat seberkas cahaya putih terang terbang di langit. Aku  buru-buru kamera dan memotretnya,”kata dia, kepada Xinhua.

“Apakah itu pesawat  atau UFO, aku tak tahu pasti,” kata dia, seperti dimuat laman myfoxchattanooga.com.

Sebelumnya, seorang sumber anonim kepada China Daily mengatakan, pejabat berwenang telah membongkar misteri penampakan UFO itu, setelah melakukan serangkaian investigasi.

Namun, hasil investigasi itu belum akan dimumkan ke publik. Data itu masih bersifat rahasia, sebab ada kaitannya dengan kepentingan militer. Penjelasan resmi dari pemerintah menurut informasi akan diberikan Jumat ini.

Jejaring sosial jadi fenomena, ia berkembang tanpa batas. Bahkan, hingga luar angkasa. Maksudnya?

Para ilmuwan mengatakan bahkan mahluk luar angkasa atau alien mungkin menggunakan pola yang lebih sederhana ketika mencoba melakukan kontak dengan manusia. Seperti Twitter — misalnya.

Para alien bisa jadi menggunakan ‘tweets’ kosmis untuk mengontak manusia Bumi selama beberapa dekade. Sayangnya, kata para peneliti, kita belum bisa menangkap pesan tersebut.

Namun, pesan yang dikirim ke Bumi tidak persis sama dengan pesan di Twitter yang dibatasi 140 karakter. Penelitian menunjukkan para alien mungkin mengirimkan pesan pendek — pesan langsung berupa sinyal, bukan memancarkan sinyal ke segala arah untuk menarik perhatian manusia.

Alasannya, peradaban alien diperkirakan punya kecenderungan membuat teknologi sinyal yang lebih efisien.

“Pendekatannya lebih seperti Twitter dan tidak seperti ‘War and Peace’,” kata Dr James Benford, fisikawan dan ketua Microwave Sciences, seperti dimuat laman Daily Mail.

Sementara, kembarannya, Gregory — astrofisikawan dari Universitas Kalifornia mengatakan apapun bentuk kehidupannya, proses evolusi adalah proses memilih sumber daya yang lebih ekonomis.

“Mengirimkan sinyal melintasi tahun cahaya membutuhkan sumber daya yang besar,” tambah dia.

Baik James maupun Gregory menyimpulkan bahwa ilmuwan yang tergabung dalam organisasi pencarian kehidupan ekstraterrestrial, Search for Extra-Terrestrial Intelligence (SETI) telah melakukan pendekatan yang salah selama setidaknya lima dekade.

Seperti ditulis dalam jurnal Astobiology, dua bersaudara Benfords mengatakan sinyal dari alien tidak dipancarkan ke segala arah namun, lebih mirip peluru,  ditujukan ke satu sampai 10 gigahertz jarak  gelombang elektromagnetik.

Dalil SETI bahwa  alien mencoba menjalin kontak dengan manusia dengan cara memancarkan sinyal seperti mercusuar yang menyapu galaksi, dibantah dua bersaudara itu. Kata mereka, pesan yang dikirim lebih mungkin mirip Twitter yang bisa bertahan beberapa hari.

Benfords bersaudara juga mengatakan ilmuwan SETI telah mencari di tempat yang salah — dengan mengarahkan teleskop radio ke bintang terdekat, berharap mendapatkan sinyal atau suara  dari kehidupan alien.

“Broadcasting itu mahal dan membutuhkan banyak energi — apalagi untuk mengirimkan sinyal melintasi tahun cahaya.”

Seharusnya, SETI mencari alien di pusat galaksi.

“Banyak bintang yang miliaran tahun lebih tua dari Matahari — pusat tata surya. Itu menunjukkan ada kemungkinan besar untuk membuat kontak dengan peradaban yang lebih maju dan ramai yang ada di galaksi kita,” kata Gregory Benford.

Teleskop Kepler menemukan lebih dari seratus planet yang besarnya seukuran Bumi. Penemuan tersebut terjadi beberapa pekan lalu setelah Kepler memindai langit untuk menemukan keberadaan planet yang mengorbit bintang.

Penemuan ini menguatkan dugaan mengenai kemungkinan bahwa manusia Bumi tidak sendirian di jagat raya ini.

Ilmuwan menduga ada sekitar seratus  planet di Galaksi Bima Sakti dengan kondisi yang sesuai, yang memungkinkan terjadi kehidupan. Mereka berharap bisa mengidentifikasi sekitar 60 planet mirip Bumi ini dalam kurun dua tahun mendatang.

Pakar astronomi, Dimitar Sasselov, seperti dikutip dari laman Daily Mail, mengatakan, bahwa teleskop mengungkap 140 planet berbeda yang memiliki ukuran mirip Bumi. “Penemuan luar biasa ini memenuhi impian Copernicus,” kata Sasselov.

Kepler, yang diluncurkan Januari tahun lalu, menemukan planet-planet dengan mendeteksi tiap kali sebuah planet melintasi satu sisi sebuah bintang. Planet-planet tersebut lewat dengan sangat cepat dan hanya bisa tertangkap oleh teleskop.

Sasselov memaparkan penemuan Kepler dalam konferensi TEDGlobal di Oxford pekan lalu. “Kehidupan adalah sistem kimia — kehidupan membutuhkan sebuah planet, air, dan bebatuan, dan kimia kompleks untuk mengawali kehidupan dan bertahan,” kata Sasselov.

“Masih banyak yang perlu dilakukan dengan data-data statistik ini, tetapi jelas ada planet mirip Bumi di luar sana. Galaksi Bima Sakit kita kaya akan jenis planet seperti itu,” lanjutnya.

Pada tahap berikutnya, tim ilmuwan akan mempelajari semua calon planet dan mencoba meneliti planet mana yang memiliki lingkungan untuk makhluk hidup. Sasselov mengatakan, dalam 15 tahun terakhir, hampir 500 planet ditemukan mengelilingi bintang lain di galaksi, tetapi hingga sekarang, hanya beberapa yang dinilai memiliki kemiripan dengan Bumi.

Ratusan orang turun ke jalan di Hong Kong, Minggu 1 Agustus 2010. Mereka melakukan aksi untuk menentang usulan pemerintah China yang akan menjadikan bahasa China dialek Mandarin, dan bukan Kanton, sebagai bahasa resmi negara. Aksi serupa sudah digelar pekan lalu di kota Guangzhou, China daratan.

Para demonstran berjalan menuju kantor pemerintah. Mereka ingin agar dua dialek bahasa China dibiarkan tetap berdampingan, dan menuntut pemerintah melindungi kebudayaan Kanton.

“Kami ingin menyatakan dukungan bagi rekan-rekan kami di Guangzhou dalam upaya mereka untuk melindungi budaya Kanton dari segala ancaman eliminasi budaya,” kata Choi Suk Fong, penanggung jawab aksi seperti dikutip dari laman Straits Times.

Peserta demonstrasi mengenakan kaos dengan sebuah logo yang berbunyi: Kalian ingin kami diam! Kami akan berbicara lebih keras menggunakan bahasa Kanton!”

Aksi ini digelar setelah sebuah lembaga penasihat politik di Guangzhou bulan ini menyampaikan usulan pada birokrat agar stasiun televisi setempat menyiarkan tayangan-tayangan utama dalam bahasa Mandarin menjelang ajang Asian Games di China pada November mendatang.

Otoritas China mengatakan, mengadopsi bahasa resmi China, yang juga dikenal dengan sebutan Putonghua, akan meningkatkan persatuan, menempa lingkungan yang baik untuk berbahasa, dan membantu pengunjung pergelaran Asian Games yang tidak bercakap dalam bahasa Kanton.

Usulan itu menimbulkan ketakutan di antara penutur Kanton akan masa depan sebuah bahasa yang merupakan bahasa asli sekitar 70 juta orang di Hong Kong, Makau, dan provinsi Guangdong. Bahasa Kanton juga banyak dituturkan oleh komunitas China di mancanegara.