Pemuka Katholik dan tokoh pluralisme agama, Frans Magnis Suseno, menilai perobekan Al Quran oleh enam orang pengunjuk rasa di depan Gedung Putih, Washington DC, AS, sebagai perbuatan yang sangat tercela.

“Perobekan Al Quran sama memalukannya seperti rencana pembakaran Al Quran,” demikian ditegaskan Romo Magnis yang juga merupakan Direktur Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara saat dihubungi VIVAnews.com, Minggu, 12 September 2010.

Magnis menyatakan sebagai sebagai orang beragama, seharusnya kita saling menghormati kitab suci agama lainnya. “Agama Kristen mengajarkan agar senantiasa bersikap baik dan saling menghormati.”

Magnis meminta agar semua pihak tidak terpancing dengan kejadian ini. “Tidak perlu menerka apa motivasi¬† pelaku itu. Tapi yang pasti ini tidak dapat dibenarkan” ujar Romo.

Sabtu kemarin, di depan Gedung Putih, enam pengunjuk rasa merobek beberapa lembar isi sebuah buku yang mereka klaim sebagai Al Quran edisi bahasa Inggris. Pada hari yang sama, Obama menghadiri upacara peringatan 9/11 di Pentagon, Washington DC, AS.